Pages

Subscribe:

Wednesday, 29 May 2019

BENDAHARA YANG CERDIK

Bacaan : Lukas 16:1-9:  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik.                                      


    Saya tertarik akan kisah kecerdikan Jakub saat akan bertemu dengan kakaknya, Esau di Tanah Seir, Edom. Dikatakan bahwa Jakub justru menyuruh para pelayannya berjalan lebih dulu untuk menjumpai Esau, dengan membawa persembahan, berupa ratusan domba, Unta dan Lembu. (Kejadian 32;16) Dengan kata lain, Jakub menyumbangkan hartanya sebegitu banyak demi menyelamatkan hidupnya
       Apa yang membuat saya tertarik ? Kesamaan. Posisi Jakub dan Bendahara ini sama sama merasa terancam, sama sama dalam posisi terjepit. 
     Jakub terjepit karena merasa nyawanya terancam oleh Esau, dan Bendahara ini terjepit karena tuan nya mulai mencium kecurangannya 
      Tapi kedua-duanya, sama-sama CERDIK, Sama sama menggunakan uang,harta (mammon) utk mengamankan posisinya. Jakub memberikan hartanya sbg persembahan kpd Esau, Bendahara ini memberikan "diskon" kepada kreditur tuannya.
     
Anak Duniawi Yg Cerdik
     Kenapa saya katakan Bendahara ini cukup cerdik ?. Karena begitu dia menyadari bahwa sang Tuan mulai mencium kecurangannya, dia segera memanggil para Kreditur. Orang orang yang berhutang kepada Tuan nya.

     Ia segera melakukan "Diskon" besar besaran, kepada para Kreditur itu. Yang berhutang 100 tempayan minyak mendapat diskon 50%. Debitur hanya diwajibkan untuk memperbaharui surat hutangnya menjadi 50 tempayan minyak
     Demikian juga Kreditur yg berhutang 100 pikul gandum. Ia mendapat diskon 20%. Sehingga dengan demikian hanya tinggal 80 pikul gandum saja hutangnya.

     Disinilah cerdiknya si Bendahara. Dimata para Kreditur dia terkesan sebagai  "bendahara yg murah hati" karena memberikan discount.
     Padahal ada niat tersembunyi di hati Bendahara itu, ia sengaja menanam budi. Sehingga suatu saat nanti dia bisa meminta imbalan balas jasa, seandainya ia dipecat oleh sang Tuan.
    Sementara dimata sang Tuan,  dia "bersih", karena pembukuannya menjadi jelas,( karena selama ini memang sudah di mark up)
    Itulah sebabnya Yesus  mengatakan di ayat 8 " anak anak dunia lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak anak terang".

Kesimpulan.
     Kalau anak anak duniawi, spt bendahara yang tidak jujur ini, mampu memberikan diskon besar besaran, sehingga para penghutang (Debitur) merasa tertolong dari beban hutang, demi masa depannnya karena terancam dipecat Tuan nya, seharusnya anak anak Terang (umat Tuhan) juga harus bersedia memberikan hartanya (mamon) nya kepada mereka yang membutuhkan, demi kehidupan akhirat. 

     Sehingga dengan demikian mereka akan mendapatkan penghargaan dari Allah, dan mendapat tempat didalam rumahNya kelak. (ayat 9) Ketika kita menyumbangkan kepada fakir miskin, itu berarti kita sedang mendistribusikan kekayaan Allah yang dititipkanNya kepada kita. Menjadi saluran berkat bagi orang lain.
      Diayat selanjutnya ayat 24 Yesus mengingatkan tentang kisah org kaya dan Lazarus. Orang kaya itu kikir dan selama hidupnya tak pernah mau berbagi. Akhirnya...dia justru tidak mendapat tempat dalam kemah abadiDemikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, tapi tidak kaya di hadapan Allah.( Luk 12:21)
     Dalam hidup ini, janganlah kita terlalu kikir ataupun pelit. Hidup jangan terlalu berhitung untung rugi. Tanamkanlah, bahwa apa yang kita peroleh adalah berkat dari Tuhan. Karena tertulis dalam Alkitab "....orang kikir tidak akan mendapat tempat dalam Kerajaan Allah" I Kor 6:10
     Selamat berktifitas. Syaloom...GBU
          

Monday, 20 May 2019

MUTIARA DAN BABI

Bacaan : Matius 7:6    "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." 
   
    Dalam Alkitab, kata Anjing ada 34 kali tertulis dan kata Babi ada 21 kali. Apa maksudnya memberikan barang yang kudus kepada anjing ? Banyak penafsiran tentang ayat ini. Masing masing dengan dalil yg alkitabiah.
    Tafsiran pertama misalnya, mari kita buka kitab Kel 22:31.tertulis "Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku: daging ternak yang diterkam di padang oleh binatang buas, janganlah kamu makan, tetapi haruslah kamu lemparkan kepada anjing."
   Jadi ungkapan Mat 7:6 diatas maksudnya adalah jangan berikan "daging kurban" yang kudus kepada anjing, karena anjing hanya pantas diberikan daging ternak liar yang diterkam binatang buas. Daging kurban yang kudus adalah lambang Firman Allah. Yesus adalah Anak Domba Allah.
   Rasul Petrus sudah mengingatkan kita dalam 2 Pet 2:22.Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: 'Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.'
   Jadi menurut tafsiran pertama ini,  istilah anjing dan babi adalah lambang untuk orang orang yang munafik. Orang-orang yang suka dan gemar terhadap Firman Allah, namun ibarat anjing dan babi tadi, mereka akan “kembali ke muntahnya, dan mandi kembali lagi ke kubangannya”.
  Orang orang seperti ini, sering mendengar kebenaran Firman, namun hidup mereka tetap bergelimang dengan dosa dan nafsu duniawi yang penuh kejijikan.


   Sementara menurut tafsiran yang kedua berbeda. Anjing dan babi menurut mereka adalah lambang dari suku pagan. Suku yang tidak menyembah Jahwe. 
   Masih ingat ketika seorang wanita Siro Fenisia yang memohon kepada Yesus agar menyembuhkan anaknya ? Yesus menguji iman wanita itu dengan berkata "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." (Mat 15:26)
   Menurut mereka seekor anjing meski ia termasuk binatang yang tergolong pintar dibanding binatang lainnya, namun anjing tidak dapat membedakan antara makanan sajian yang dipersembahkan sebagai korban di Bait Allah, dengan makanan yang mereka dapatkan di jalanan. Dan anjing tidak merasa harus berterima kasih jika diberikan "daging kudus".
   Jadi makna "Barang kudus" dan "Mutiara" menurut mereka adalah merupakan gambaran untuk "Injil Kudus". Orang Yahudi biasanya memperbandingkan kata-kata yang berhikmat dengan Mutiara, dan hikmat yang tertinggi benar ada dalam Injil Kristus. Tetapi siapa yang dimaksudkan sebagai anjing dan babi?
    Menurut penefsir ini, arti "anjing atau babi" yang dimaksud adalah orang orang yang sama sekali tidak mau mengerti Injil Kristus serta memusuhi Injil itu dengan keras dan bahkan mengejek Injil itu.
   Demikianlah beberapa tafsiran mengenai makna anjing dan babi dalam Matius 7:6. Inti keduanya adalah, marilah kita menghargai kekudusan Firman Allah.
     Semoga dapat bermanfaat. Tuhan Yesus Memberkati...Shalom

Friday, 17 May 2019

CICAK DAN SALOMO

Bacaan : Amsal 30: 24-28 ....cicak yang dapat kau tangkap dengan tangan, ...tetapi yang juga ada di istana-istana raja                                                                

       Pengetahuan tidak lebih dari pengumpulan fakta-fakta, akan tetapi hikmat adalah kemampuan menilai manusia, peristiwa, dan situasi sebagaimana dinilai oleh Allah.
    Dalam Kitab Amsal, Salomo mengungkapkan pikiran Allah mengenai hal-hal yang besar, maupun hal-hal yang kecil, biasa, dan yang terjadi sehari-hari. Sepertinya, tidak ada satu topik apapun yang terlepas dari perhatian Raja Salomo.Salah satunya adalah tentang CICAK
      Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan," ujar Raja Salomo dalam.Amsal 30 : 24-28  Kemudian pada ayat 28 Salomo mengatakan “ cicak yang dapat kau tangkap dengan tangan, ...tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”
  Salomo memuji cicak, seekor binatang yang tergolong lemah. Bahkan diistilahkan Salomo dengan kata “ yang dapat kau tangkap dengan tangan “ Ini untuk menunjukkan bagaimana mudahnya menguasai binatang ini.



    Tapi diayat selanjutnya Salomo justru mengatakan,” tetapi yang juga ada di istana-istana raja..!”
     Dengan kata lain Salomo ingin mengatakan bahwa binatang yang kau anggap lemah itu justru mampu diterima ditempat yang sangat terhormat.
  Tak mudah untuk masuk ke istana raja, semuanya harus melalui sensor pemeriksaan petugas keamanan istana. Tetapi mengapa para penghuni istana tidak merasa terganggu dgn kehadiran cicak ? Bahkan kita sendiri terkadang justru tak menyadari kehadiran cicak dirumah kita. Mengapa ?
   Jawabannya adalah karena cicak tidak pernah mau menonjolkan diri. Tak pernah mau sok pamer…Ia selalu merendahkan dirinya dgn bersembunyi dibalik-balik lukisan, ataupun sela-sela tembok dinding, sehingga si empunya istana tidak merasa terganggu akan kehadirannya. 
    Tidak menonjolkan diri itu identik dengan....rendah hati !!!
   Dengan merendahkan dirinya, ia justru dapat diterima ditempat yang maha tinggi.
   Seperti yang tertulis dlm Mazmur 37:11 “ Tetapi orang-orang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah.”

Baca juga: Pohon Ara Yang Tidak Berbuah

     
      SELAMAT BERAKTIFITAS....God Bless Us....SYALOOM...



KOTA JERICHO DAN GARAM DUNIA

Bacaan: 2 Raja 2: 19-22                                                                      

      Tuhan Yesus berkata bahwa kita adalah “garam dan terang dunia”. Menjadi garam dan terang dunia adalah pilihan hidup sebagai Kristen.  Pada zaman Yesus, garam dianggap sebagai sesuatu yang amat berharga. Tentara Romawi pada zaman itu bahkan menerima upahnya dalam bentuk garam. Kata salary (upah) berasal dari kata Latin 'salarium' yang memiliki akar kata 'sal' (garam).
   Ada satu cerita dalam Alkitab di Perjanjian Lama yang berkaitan dengan garam ini.. Diceritakan, suatu ketika, Nabi Elisa tengah terkagum-kagum melihat keindahan kota itu. Namun…saat ia tengah asyik menikmati pemandangan…tiba-tiba ia dikejutkan oleh laporan penduduk kota itu kepadanya.           
   "Cobalah lihat letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.” ujar mereka. 
   Alangkah terperanjatnya Nabi Elisa mendengar kabar itu. Kota yang terlihat indah itu ternyata menyimpan masalah yg sangat mengerikan. Yaitu seringnya terjadi keguguran.Penduduk kota pun akhirnya meminta Elisa untuk mengatasi hal itu. Dan.. setelah berdoa, Nabi Elisa pun berkata, 

Image by LoggaWiggler from Pixabay 

 "Ambilah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah GARAM ke dalamnya..” Dengan segera penduduk kota itu melakukan apa yg diperintahkan Elisa.
   Setelah itu…Elisa pun pergi dan menaburkan GARAM ke mata air kota Jerikho. Lalu dengan segera …..mujizatpun terjadi. 
   Air itu kembali sehat. Tak ada lagi keguguran..(2 Raja 2:22)
   Apa artinya semua itu ? 
 Kota Jerikho yang indah adalah melambangkan penampilan orang yang beriman dan soleh…Rajin beribadah, aktif mengikuti PA, ikut dlm kepanitiaan Gereja, dsb.
 Namun semua itu ternyata hanyalah sebatas pandangan mata belaka.Didalam hatinya ia justru menyimpan air yg tidak sehat. Bahkan sering membuat keguguran.
  Ibarat janin, Firman Allah yg baru saja didengarkannya hanya bertahan sebentar didalam hatinya….setelah itu gugur !!!     Tak pernah tumbuh dan berkembang. 
   Kenapa begitu ?..

Baca juga: POHON ARA YANG TIDAK BERBUAH

  Jawabannya karena air itu kekurangan GARAM. Itulah sebabnya .Elisa berkata, “ Ambilah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah GARAM
  Jesus sdh memperingatkan kita dlm Mat 5:13Kamu adalah GARAM dunia. Jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
  Menjadi garam berarti kehadiran kita haruslah menjadi berkat bagi orang lain.Seharusnya ketika kita hadir, damai sejahtera juga hadir disana, dan keadaan yang suram diubahkan. Itulah KASIH….Sebaik apapun seorang ibu mengolah sup ayam, tanpa GARAM ….semuanya menjadi HAMBAR..sia-sia. 
  Sebaik apapun seseorang beribadah…tanpa Kasih thd sesama dan selalu menyimpan dendam….semuanya itu sia-sia…!!!!
    Elisa juga meminta pinggan yang baru, …artinya perbaharuilah hati kita, lupakanlah semua Dendam dan Permusuhan.
     Selamat beraktifitas..Tuhan Yesus Memberkati...SYALOOM