Pages

Subscribe:

Friday, 17 May 2019

KOTA JERICHO DAN GARAM DUNIA

Bacaan: 2 Raja 2: 19-22                                                                      

      Tuhan Yesus berkata bahwa kita adalah “garam dan terang dunia”. Menjadi garam dan terang dunia adalah pilihan hidup sebagai Kristen.  Pada zaman Yesus, garam dianggap sebagai sesuatu yang amat berharga. Tentara Romawi pada zaman itu bahkan menerima upahnya dalam bentuk garam. Kata salary (upah) berasal dari kata Latin 'salarium' yang memiliki akar kata 'sal' (garam).
   Ada satu cerita dalam Alkitab di Perjanjian Lama yang berkaitan dengan garam ini.. Diceritakan, suatu ketika, Nabi Elisa tengah terkagum-kagum melihat keindahan kota itu. Namun…saat ia tengah asyik menikmati pemandangan…tiba-tiba ia dikejutkan oleh laporan penduduk kota itu kepadanya.           
   "Cobalah lihat letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.” ujar mereka. 
   Alangkah terperanjatnya Nabi Elisa mendengar kabar itu. Kota yang terlihat indah itu ternyata menyimpan masalah yg sangat mengerikan. Yaitu seringnya terjadi keguguran.Penduduk kota pun akhirnya meminta Elisa untuk mengatasi hal itu. Dan.. setelah berdoa, Nabi Elisa pun berkata, 

Image by LoggaWiggler from Pixabay 

 "Ambilah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah GARAM ke dalamnya..” Dengan segera penduduk kota itu melakukan apa yg diperintahkan Elisa.
   Setelah itu…Elisa pun pergi dan menaburkan GARAM ke mata air kota Jerikho. Lalu dengan segera …..mujizatpun terjadi. 
   Air itu kembali sehat. Tak ada lagi keguguran..(2 Raja 2:22)
   Apa artinya semua itu ? 
 Kota Jerikho yang indah adalah melambangkan penampilan orang yang beriman dan soleh…Rajin beribadah, aktif mengikuti PA, ikut dlm kepanitiaan Gereja, dsb.
 Namun semua itu ternyata hanyalah sebatas pandangan mata belaka.Didalam hatinya ia justru menyimpan air yg tidak sehat. Bahkan sering membuat keguguran.
  Ibarat janin, Firman Allah yg baru saja didengarkannya hanya bertahan sebentar didalam hatinya….setelah itu gugur !!!     Tak pernah tumbuh dan berkembang. 
   Kenapa begitu ?..

Baca juga: POHON ARA YANG TIDAK BERBUAH

  Jawabannya karena air itu kekurangan GARAM. Itulah sebabnya .Elisa berkata, “ Ambilah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah GARAM
  Jesus sdh memperingatkan kita dlm Mat 5:13Kamu adalah GARAM dunia. Jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
  Menjadi garam berarti kehadiran kita haruslah menjadi berkat bagi orang lain.Seharusnya ketika kita hadir, damai sejahtera juga hadir disana, dan keadaan yang suram diubahkan. Itulah KASIH….Sebaik apapun seorang ibu mengolah sup ayam, tanpa GARAM ….semuanya menjadi HAMBAR..sia-sia. 
  Sebaik apapun seseorang beribadah…tanpa Kasih thd sesama dan selalu menyimpan dendam….semuanya itu sia-sia…!!!!
    Elisa juga meminta pinggan yang baru, …artinya perbaharuilah hati kita, lupakanlah semua Dendam dan Permusuhan.
     Selamat beraktifitas..Tuhan Yesus Memberkati...SYALOOM
      


0 comments:

Post a comment