Pages

Subscribe:

Monday, 20 May 2019

MUTIARA DAN BABI

Bacaan : Matius 7:6    "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." 
   
    Dalam Alkitab, kata Anjing ada 34 kali tertulis dan kata Babi ada 21 kali. Apa maksudnya memberikan barang yang kudus kepada anjing ? Banyak penafsiran tentang ayat ini. Masing masing dengan dalil yg alkitabiah.
    Tafsiran pertama misalnya, mari kita buka kitab Kel 22:31.tertulis "Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku: daging ternak yang diterkam di padang oleh binatang buas, janganlah kamu makan, tetapi haruslah kamu lemparkan kepada anjing."
   Jadi ungkapan Mat 7:6 diatas maksudnya adalah jangan berikan "daging kurban" yang kudus kepada anjing, karena anjing hanya pantas diberikan daging ternak liar yang diterkam binatang buas. Daging kurban yang kudus adalah lambang Firman Allah. Yesus adalah Anak Domba Allah.
   Rasul Petrus sudah mengingatkan kita dalam 2 Pet 2:22.Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: 'Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.'
   Jadi menurut tafsiran pertama ini,  istilah anjing dan babi adalah lambang untuk orang orang yang munafik. Orang-orang yang suka dan gemar terhadap Firman Allah, namun ibarat anjing dan babi tadi, mereka akan “kembali ke muntahnya, dan mandi kembali lagi ke kubangannya”.
  Orang orang seperti ini, sering mendengar kebenaran Firman, namun hidup mereka tetap bergelimang dengan dosa dan nafsu duniawi yang penuh kejijikan.


   Sementara menurut tafsiran yang kedua berbeda. Anjing dan babi menurut mereka adalah lambang dari suku pagan. Suku yang tidak menyembah Jahwe. 
   Masih ingat ketika seorang wanita Siro Fenisia yang memohon kepada Yesus agar menyembuhkan anaknya ? Yesus menguji iman wanita itu dengan berkata "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." (Mat 15:26)
   Menurut mereka seekor anjing meski ia termasuk binatang yang tergolong pintar dibanding binatang lainnya, namun anjing tidak dapat membedakan antara makanan sajian yang dipersembahkan sebagai korban di Bait Allah, dengan makanan yang mereka dapatkan di jalanan. Dan anjing tidak merasa harus berterima kasih jika diberikan "daging kudus".
   Jadi makna "Barang kudus" dan "Mutiara" menurut mereka adalah merupakan gambaran untuk "Injil Kudus". Orang Yahudi biasanya memperbandingkan kata-kata yang berhikmat dengan Mutiara, dan hikmat yang tertinggi benar ada dalam Injil Kristus. Tetapi siapa yang dimaksudkan sebagai anjing dan babi?
    Menurut penefsir ini, arti "anjing atau babi" yang dimaksud adalah orang orang yang sama sekali tidak mau mengerti Injil Kristus serta memusuhi Injil itu dengan keras dan bahkan mengejek Injil itu.
   Demikianlah beberapa tafsiran mengenai makna anjing dan babi dalam Matius 7:6. Inti keduanya adalah, marilah kita menghargai kekudusan Firman Allah.
     Semoga dapat bermanfaat. Tuhan Yesus Memberkati...Shalom

1 comments:

Ketaren said...
This comment has been removed by the author.

Post a comment