Pages

Subscribe:

Sunday, 1 March 2020

IMAN DAN SELEKSI PASUKAN GIDEON

Bacaan Hakim-hakim 7:2-7,
                 
     Dapatkah suatu peperangan dimenangkan tanpa menggunakan senjata ? Dapatkah sangkakala dan buyung kosong melawan tombak dan pedang ? Atau 300 orang personil mengalahkan ribuan pasukan ? Secara akal sehat jelas tidak mungkin. Itulah pergumulan iman yang harus dilewati saat membentuk pasukan Gideon.     
    Kejadian itu bermula saat bangsa Midian mulai menjarah tanah bangsa itu. Tidak terima dengan penjarahan tersebut, akhirnya tiga puluh dua ribu orang relawan Israel, siap dan ingin bergabung dengan Gideon. Namun....apa yang terjadi ? Setelah melalui proses seleksi Allah berulang kali, akhirnya yang tersisa hanya tiga ratus orang saja. Sekian puluh ribu orang dianggap gagal, dan disuruh pulang. Tidak dipakai Allah !
     Dengan kata lain, hanya 1% saja yang Tuhan pakai untuk berperang.
    
CARA ALLAH MENYELEKSI
     Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau.." Firman Tuhan pada Gideon," Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang." Mendengar itu, lalu pulanglah 22.000 orang, sisa 10,000 yang tinggal.
    "Masih terlalu banyak," Firman Tuhan pada Gideon."   jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, Suruhlah mereka turun minum air."
   Bisa dibayangkan bagaimana iman Gideon benar benar diuji waktu itu. Ia sudah mendapat laporan dari pasukannya, bahwa jumlah pasukan Midian telah bergabung dengan orang orang Amalek (7:12) Jumlah mereka puluhan bahkan ratusan ribu banyaknya. Tapi Allah kok justru malah mengurangi kekuatan pasukannya ?
  Lalu Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum." Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
   Dari 32.000, susut menjadi 10.000.,,,dan kini hanya tinggal 300 orang.
  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya itu akan Kuselamatkan kamu: 


Menang Tanpa Pedang
    Sesudah itu Gideon mengatur ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu. 
   Tentara Gideon melakukan serangan mendadak untuk mengejutkan lawan. Demikianlah ketiga pasukan itu maju bersama-sama dengan meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dan memegang obor, sambil berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!" 
   Akibatnya, seluruh tentara musuh menjadi panik dan kacau balau. Mereka berteriak-teriak dan melarikan diri. Saat ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang musuh saling membunuh, sehingga larilah tentara Midian sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
   300 Pasukan Gideon berhasil mengusir ribuan pasukan Midian

Ujian Iman Gideon 
   Apa yang bisa kita petik dari kisah Gideon diatas. Jawabannya adalah IMAN. Iman artinya Percaya. Gideon percaya kpd Allah ketika pasukannya dipangkas hingga tinggal 300 personil. Ia juga percaya ketika senjata yang diperbolehkan Allah hanyalah sangkakala. buyung kosong dan suluh  (obor)
   Karena Iman, Abraham yang tua renta serta Sara yang sudah menopause, Percaya akan janji Allah. Bahwa ia akan mempunyai keturunan. (Ibr 11:11)
  Karena Iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya oleh pasukan Israel
   Seperti kata Paulus dalam Ibrani 11:32-34: “Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing
   Oleh karena itu, memasuki Minggu Passion ini, marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, (Ibr12:2)
  Saat ini dunia tengah dilanda isu pandemi virus Corona. Beberapa negara, seperti Italia, Filipina dan Arab Saudi, telah menerapkan kebijakan lockdown. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran kasus virus corona atau Covid-19 di negara mereka.
 Indonesia juga tak luput dari serangan pandemi ini. Bahkan kabar terakhir,Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terjangkit virus corona (COVID-19). Ia merupakan pasien positif COVID-19 No.76. 
   Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi Virus Corona ini. Kita hanya dapat mencegahnya saja. Untuk sementara ini kita hanya dapat berdoa kiranya para ilmuwan dapat mengatasi permasalahan ini  

Baca juga: VIRUS CORONA DAN ETIKA KRISTEN

    Mintalah pertolongan pada Tuhan....seperti Gideon, yang secara akal sehat tidak mungkin dapat mengalahkan pasukan Midian dan Amalek. begitu juga kita dalam menghadapi pandemi virus Corona ini. Bagi Tuhan, tiada yang mustahil. 
    Kita sudah diingatkan dalam Yak 1:6 tertulis, 'Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin."
     Itulah sebabnya kita mengucapkan Amen, setiap selesai berdoa. Kata Ibrani 'AMEN berasal dari kata kerja 'AMAN, "percaya", "mempercayai". Dari akar kata inilah terbentuk kata "IMAN".

   
   Amen...Tuhan berkati. Shalom


0 comments:

Post a comment