Pages

Subscribe:

Thursday, 5 March 2020

VIRUS CORONA DAN ETIKA KRISTEN

  Etika Kristen adalah suatu cabang ilmu theologi yang membahas masalah tentang apa yang baik dari sudut pandang Kekristenan. Apabila dilihat dari sudut pandang Hukum Taurat dan Injil, maka etika Kristen adalah segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah dan itulah yang baik. 
   Apa hubungannya virus Corona dengan Etika Kristen ? Begini, beberapa waktu yang lalu Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa 2 warga negara Indonesia positif terinfeksi virus Corona Senin 2/2 kemarin. Berita ini langsung menjadi headline  di media media, baik media cetak maupun elektronik. Bahkan isu mengenai virus Corona langsung menjadi trending topic nomor satu di media sosial (medsos) berdasarkan hitungan Google. 


    
                                trending topic 2 Maret 2020 Google Trend

Riuhnya isu corona semakin melebar dan mulai merambah ke isu agama. Tokoh tokoh agama mulai berkomentar tentang maraknya virus ini.
     "Itu Tentara Allah", ujar seorang tokoh agama sembari menceritakan alasannya terkait perlakuan suatu negara terhadap etnis tertentu.
     "Tuhan akan membersihkan banyak dosa dari planet ini," kata Pendeta Rick Wiles seorang pendeta di AS. “Lihatlah Amerika Serikat, lihatlah pemberontakan rohani di negara ini, kebencian terhadap Tuhan, kebencian terhadap Alkitab, kebencian akan kebenaran," kata ujar pendeta tersebut.
    Akun akun Kristen di You Tube, juga gencar menyuarakan tentang  teguran Tuhan ini. Virus Corona diduga berasal dari kelelawar binatang haram menurut Taurat, ujar akun tersebut. Bukankah tertulis dalam kitab Imamat 11:13-19 " Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan,........bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar." demikian bunyi status akun tersebut.  Hmmm.....Sayapun manggut manggut.
   Setahu saya binatang yang diharamkan Tuhan dalam Taurat, bukan hanya binatang yang tertulis dalam kitab Imamat 11:13 saja. Sebab diayat sebelumnya Tuhan juga berkata " Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air adalah kejijikan bagimu.' (Imamat 11:12) Berarti belut, ikan lele dan cumi cumi masuk kategori binatang haram.
 Lantas kenapa kita menghakimi penduduk Wuhan dengan alasan mengkonsumsi binatang haram, sementara kita mengkonsumsi belut goreng, pecel lele, cumi goreng dan sebagainya ? Disinilah peran Etika Kristen itu
    Kita tidak perlu ikut ikutan dalam pembodohan yang dilakukan oleh petinggi agama tersebut. Mereka mereka yang mengambil kesempatan atas penderitaan orang lain. Jangan mau dibodoh-bodohin oleh mereka yang berusaha menjajah kita dengan menggunakan isu agama. " Oh mereka itu sedang dihukum Tuhan dsb, dikit dikit karena hukuman Tuhan." 
     Mari kita hentikan budaya menghakimi !

Baca juga: Pohon Ara Yang Tidak Berbuah

GARAM DAN TERANG DUNIA
     Tuhan Yesus berkata Kamu adalah garam dan terang dunia. (Mat 5)  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.(ayat 15)
    Disaat dunia sedang kalut seperti sekarang ini, menjadi terang dunia adalah pilihan hidup sebagai Kristen. Lihatlah bagaimana paniknya masyarakat akibat berita penyebaran virus ini. Umat Kristen tak perlu ikut-ikutan panik mencari masker jika tidak sakit dan beresiko tinggi tertular virus. Tak perlu men-share berita berita heboh yang berkaitan dgn virus corona. Berita berita heboh hanya akan memicu kepanikan. Terang umat Kristen harusnya mengubah keadaaan suram ini.
   Menjadi garam berarti kehadiran kita haruslah "terasa" dan menjadi berkat serta membawa damai sejahtera bagi orang lain. Kalau garam itu hambar, dengan apakah ia diasinkan ? ucap Yesus. Kalau umat Kristen ikut ikutan panik, ikut ikutan menyerbarluaskan berita berita heboh yang mencemaskan. Garam yang tak asin akan dibuang, dan dinjak injak orang, lanjut Yesus
  Situasi masyarakat sekarang ini ibarat berjalan dalam kegelapan. Ia membutuhan lampu penerang agar dapat berjalan dengan selamat. Umat Kristenlah lampu penerang itu. Disaat dunia tengah dilanda kepanikan, fikiran gelap mata dan buntu akibat isu corona kitalah yang menjadi terang bagi mereka. Turutilah anjuran anjuran yang sudah disebarluaskan pemerintah, bagaimana cara mengantisipasi dan mencegah virus tersebut, rajin mencuci tangan. Bagaimana mangenali ciri ciri bila terserang virus tsb. Informasikan Rumah Sakit mana yang menjadi rujukannya sesuai anjuran pemerintah.
   Pemerintah juga mencanangkan isolasi diri, social distancing, jauhi keramaian untuk memutuskan mata rantai penularan. Gereja pun mereponnya dengan menyelenggarakan 'ibadah online'. Suatu langkah yang patut diapresiasi.

Khotbah yg disiarkan melalui You Tube dalam rangka Social Distancing
  
  Ingat pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia ini. Tertulis "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."(Rom 13:1). 
     Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? tanya Yesus (Mat 7:16). Inilah saatnya kita menunjukkan buah buah roh kita kepada masyarakat.  
     Dan yang terakhir, ingatkan untuk BERDOA, berikanlah ayat ayat Firman Allah untuk menjadi pegangan mereka. Ingatkan bahwa Allah akan tetap menyertai walau sesulit apapun masalah yang kita hadapi. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 23
        Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, 
        aku tidak takut bahaya, 
        sebab Engkau besertaku
        gada-Mu dan tongkat-Mu, 
        itulah yang menghibur aku.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati. Shaloom

0 comments:

Post a comment